Senin, 26 September 2016

Ekologi Pertanian Praktikum 3

Rantai Makanan
Tomat > Ulat > Ayam > Musang
(Supriya, 2016)
Peranan
Tomat
Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dan tergolong sayuran kedua terbesar setelah kentang. Tanaman tomat termasuk tanaman yang memerlukan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam jumlah yang relatif banyak untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Namun, pemberian pupuk yang kurang tepat juga dapat mempengaruhi populasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Kendala biotik dalam produksi tomat meliputi gangguan yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman. (Sumual dkk, 2014)
Ulat
Ulat buah tomat, Helicoverpa armigera (Hübner) (Lepidoptera: Noctuidae) adalah hama penting yang menyerang buah tomat. Ngengat hama ini mampu menyebar jauh mengikuti arah angin atau menentang arah angin. Serangga ini juga bersifat polifag, tanaman yang sering diserangnya adalah tomat dan kedelai. Kerusakan oleh larva H. Armigera pada buah tomat dapat mencapai 80%, sedangkan pada polong kedelai dapat mencapai 35,50 %. (Herlinda, 2005)
Ayam
Ayam jelas anggota penting dari banyak ekosistem. Mereka adalah bagian integral dari rantai makanan dan jaring makanan. Dalam ekosistem kebun misalnya, beberapa ayam mengambil makanan terutama memakan hewan kecil seperti serangga atau cacing tanah. Mereka adalah cara alami untuk mengendalikan hama di kebun.
Musang
Musang adalah bagian dari keluarga Mustalidae spesies. Musang bervariasi dalam warna dan ukuran tetapi mereka pada umumnya memiliki tubuh langsing, telinga bulat dan kaki pendek. Dalam rantai makanan dengan produsen utama tumbuhan tomat, musang berperan sebagai konsumen tingkat 3 atau pada tingkat trofik 4. Kondisi musang yang dimangsa oleh seekor ular jarang ditemui karena habitat yang agak berbeda, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ular bisa menjadi konsumen puncak pada rantai makanan. (Siahaan, 1987)
Hama pada tomat
Adapun hama yang sering menyerang tanaman tomat cherry menurut Fitriani (2012) adalah:
1. Kutu Kebul/white fly (bemisica tabaci)
Hama ini memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm, berwarna putih kekuningkuningan, serta bermata merah. Kutu kebul betina berukuran lebih besar daripada kutu kebul jantan. Kutu kebul betina dapat bertahan hidup sekitar 21 hari, sedangkan kutu kebul jantan hanya bertahan selama 7 hari. Gejala tanaman yang terserang hama kutu kebul ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan pucuk atau daun karena white fly menghisap cairan sel tanaman.
2. Ulat buah (Hellicoverpaarmigera hubn)
Ulat buah ini sering menyerang pada bagian buah tomat cherry, buah tomat cherry tersebut dilubangi sampai busuk.

References

Fitriani, Emi. 2012. Untung Berlipat Budidaya Tomat Di Berbagai Media Tanam. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Herlinda, S., 2005. BIOEKOLOGI Helicoverpa armigera (HÜBNER) (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TANAMAN TOMAT. BIOEKOLOGI Helicoverpa armigera, p. 1.
Selvia D. Sumual, Betsy A. N. Pinaria, Dantje Tarore, Emmy Senewe, 2014. JENIS DAN POPULASI SERANGGA PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) FASE GENERATIF YANG MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA TONSEWER KECAMATAN TOMPASO II. ipi147200, pp. 2-3.
Siahaan, N. H. T., 1987. Ekologi Pembangunan dan Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Erlangga.
Supriya, F., 2016. Yes! Aku Lulus US/M SD/MI. Yogyakarta: Bentang Pustaka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar